Buah Persahabatan : Keceriaan dan Kebersamaan

Blogdetik Events, Kompetisi Online  Tagged 29 Comments »

Sangat benar memang anggapan orang-orang bahwa di masa muda, adalah bagian perjalanan hidup terindah buat seseorang. Perjalanan pun kian terasa bermakna dan indah bila ditambah dengan keceriaan dan kebersamaan dengan sahabat.

(Pic 1 : Keceriaan Bersama Sahabat di Tenangnya Arus Sungai Musi, Sumsel)

Menurut saya pribadi, sahabat adalah ikatan atau ikrar yang berangkat dari perbedaan menuju kebersamaan. Inilah cerita yang mengisi tiap pixel photo yang terpampang di depan Anda sekarang. Mengambil sudut potret di pinggiran Sungai Musi dalam rangka merayakan hasil kelulusan yang cukup memuaskan. Saya dan 9 sahabat karib sewaktu di Sekolah dulu pun kini tersimpan abadi dalam jepretan sederhana ini. Sulit untuk menggambarkan bagaimana suasana kami sewaktu dalam keadaan seperti itu. Di hari itu, Keceriaan, Tawa, Canda, dan kebersamaan begitu hangat menemani kami. Bisa sobat lihat sendiri, bagaimana raut wajah “memalukan atau bahkan mengenaskan” yang kami tampakkan. Seakan tak punya rasa malu lagi, saya (dengan menyembulkan mulut yang dipenuhi biji rambutan) berfose ria dengan kesepuluh teman di tengah riak air sungai Musi. Ombak-ombak yang bermunculan dari parahu Speed Boat seakan kian mempersatukan kami dalam riuh jeritan kegembiraan. Ini bukanlah kali pertama kami berkumpul-kumpul seperti ini, tapi harus kami akui bahwa inilah hari terbaik dari segala hari yang kami lewati bersama. Celotehan demi celotehan ada saja yang keluar dari salah satu mulut kami, yang semuanya sudah pasti memancing tawa. Cekikikan kami seakan terdengar hingga dasar sungai saking besarnya bunyinya. Oh Ya, rasa-rasanya tanggung jawab saya untuk memperkenalkan siapa-siapa saja teman saya yang ada di photo pilihan tersebut. Saya akan memulainya dari Depan – Belakang yaitu Yudi (Sang Penakluk Pohon Kelapa), Tholib (Jawara makan Kerupuk Se-Kecamatan), Apri, Paksa, Sigit (Si Marcopolo Sumatera), Ipan (Playboy amatir), Robert, Dedi, Mamat, Andi dan Benu (Pribumi 100%).

(Pic 2 : Keceriaan Bersama Rekan-rekan Kerja di Bawah Jembatan Ampera)

Bila di photo pertama disesaki dengan wajah-wajah “pencari jati diri” di Sekolah, maka di photo ini yang terlihat hanyalah rekan-rekan kerja sekaligus saudara baruku. Mereka-mereka inilah yang kini mengisi hari-hariku. Terkadang tawa dan terkadang pula marah. Namun ini hal yang wajar, takkan pernah ada suatu jiwa yang bakal menemui keadaan di sekitarnya yang selalu dipenuhi tawa, pastilah akan diselingi dengan suasana-suasana lainnya semisal perselisihan dan tentu saja marah-marahan. Sebagai rekan kerja, mereka selalu bisa menyisipkan motivasi dan masukan destruktif dalam tiap guyonannya. Di saat tingkah laku mereka mengundang tawa, di saat itu pula saya menangkap pesan tersembunyi di balik tingkah laku mereka, berupa teguran dan masukan. Ternyata, keceriaan dan kebersamaan selalu bisa kudapat dimana pun jua. Yang terpenting, kita mau dan berkomitmen untuk berupaya pula untuk menciptakan kondisi seperti ini. Bila kebetulan sobat tidak seberuntung saya dalam memperoleh keceriaan dan kebersamaan yang sungguh luar biasa nilainya, berarti sobatlah yang perlu berupaya menciptakannya sendiri. Tak ada pribadi yang menolak untuk hidup di tengah rasa cinta, kasih sayang, saling peduli, dan penuh rasa kebersamaan!

Photo ini diambil di malam hari sekitar pukul 21.00 WIB di sekitar Taman Hias bawah Jembatan Ampera. Dari kiri - kanan : Putra Sanjaya, si anak Teknik Komputer Jaringan yang gemar Nge-Game Online Andri Gunawan, si anak Akuntansi yang kini sedang menunda pendidikannya ke Jenjang Perguruan Tinggi lantaran terbentur masalah keuanganFeriansyah, si anak Marketing yang punya ambisi besarGue/Saya/Ana/I am, Muhammad Thalib, si anak Elektro yang lumayan minim practice lantaran juga terbentur biaya praktek yang lumayan mahal. Sebenarnya, masih ada satu lagi rekan Saya namun Ia lebih dulu Mudik, jadi tidak bisa berjepret ria seperti halnya kami. Namanya Romsen, si anak Marketing yang punya cita-cita sukses berwirausaha di Kampung Halamannya. Hehe, semoga saja terkabul!

Ceria, jelas sangat nampak dari wajah kami. Lihat saja ekspresi saya, benar-benar “3/4 Kehilangan” rasa malu!. Tapi tak mengapa lah, toh kesempatan seperti ini hanya sekali ada jadi tidak salah lah keputusan saya untuk berpose se-Gokil dan se-Unik mungkin (anggapan saya pribadi) sehingga menjadi kenangan dan sumber tawa di kemudian hari. Ya Tuhan, jangan biarkan keceriaan berlalu pergi meninggalkan saya dan orang-orang yang saya kasihi. Benamkan diri kami dalam lumpur yang penuh kegembiraan, kebersamaan, toleransi, saling peduli, dan berkasih sayang.

Nasib Pertiwi antara Merah dan Putih

Merdeka Bangsaku  Tagged 209 Comments »

Anda WNI atau Pernah Jadi WNI?

Bacalah sejenak tulisan ini untuk meraih cinta kasih dari Ibu Pertiwi….

3001395306_ff70cfdb3f2

Telinga ini entah berapa lama lagi sanggup mendengarkan berbagai cacian dan hinaan dari putera puteri pertiwi sendiri akan kebijaksanaan dan nasib ibu pertiwinya. Begitu berat derita yang mesti ditanggung Ibu, sampai-sampai generasi yang semestinya menjadi penyangga utama kedaulatan negeri yang diraih, justru hanya bisa mengkambinghitamkan bumi pertiwi. Indonesia boleh saja berbangga dengan total populasi besar yakni mencapai 240.271.522 jiwa (per Juli 2009) yang lahir dari rahim ibu pertiwi. Tapi, seberapa banyakkah dari total ini yang bangga menjadi bagian bangsa besar ini? Seberapa besar kecintaan mereka untuk memajukan bangsa atau setidaknya ikut andil dalam pemeliharaan kemerdekaan? Seberapa banyak dari mereka yang berani berada di barisan terdepan saat pihak luar hendak melukai ulu hati ibu pertiwi kita? Seberapa banyak dari mereka yang mau bersabar menunggu datangnya perubahan pada negeri tercinta ini? Atau apakah ada salah seorang dari jumlah sebesar itu yang siap mengacungkan tangannya tatkala dimintai untuk mengajar di desa-desa terisolir tanpa digaji? Adakah blogger Indonesia yang mati-matian mengumpulkan beragam informasi penting hanya semata-mata memudahkan rakyat Indonesia memperoleh informasi sebanyak-banyaknya tanpa berbentuk komersialisasi? Saya lebih sering melihat cintanya penjual Koran dan penghuni bawah jembatan ketimbang “orang-orang besar” yang juga hidup di negeri kaya ini. Memang, tanda-tanda bangsa ini untuk mencapai kemakmuran masih sangat buram. Khusus untuk hal ini, Semua pakar-pakar Ekonomi secara serius bersama-sama menyikapi masalah ini melalui terus-menerus mencari akar permasalahannya. Hasilnya, Nihil alis Nol Besar!. Saya juga bingung, pernahkah terlintas di benak para Ekonom kita untuk mencoba berandai-andai jikalau saja orang-orang “ berperut buncit” yang membebankan bumi pertiwi mau tuk berbagi barang sedikit kesenangannya dengan para saudara senegaranya? Jangan katakan pastilah mereka tidak mau, tapi katakanlah kamu harus mau. Kamu hidup di negeri kami, menikmati sendiri kemewahan dari Anugerah Tuhan yang semestinya buat bersama, rumah mewahmu berdiri persis di depan tempat kami menggali cacing-cacing tanah untuk lauk anak istri kami, tatkala sakitpun tak banyak yang mau menolong selain kami ini, dan yang pasti ketika dirimu terasa terancam akan ketidakamanan negeri ini kamilah, dereteran orang siap mati yang mau dan rela menjadi perisai bagimu. Lantas, apakah semuanya itu tidak pernah menggugah perasaanmu barang sedetik pun? Apakah pengorbanan kami hanya engkau artikan sebagai ungkapan si pengemis tua yang menadahkan tangan untuk meminta uang receh? Tidak, engkau salah. Dasar kami berbuat ini adalah ikrar generasi sebelum kita yang juga ahli waris dari bumi nusantara ini yang tertuang dalam sila ke-3 dari dasar negera ini, Pancasila. Kamu sudah lupa? Wajarlah kalau begitu. Engkau tidak salah bila berbuat itu, kami pun tidak berdosa bila menendang engkau keluar dari negeri ini. Tidak ada alasan lagi buat kami menyesal melakukan itu, saudaraku. Sikapmu jelas bukan merupakan bagian dari kami!

animal_0076

Saudara, lihatlah negeri ini. Kegembiraan perayaan hari kemerdekaan belum sepenuhnya menjadi bagian seluruh rakyat Indonesia. Di kota-kota besar, boleh saja bila mengatakan bahwa suasana kota mendadak gemerlap penuh kolaborasi warna sang saka. Tapi cobalah datangi tempat-tempat yang juga bagian dari negeri ini, bedanya lokasinya amat jauh dari perkembangan dan pembangunan negeri. Tidaklah berbeda hari sakral ini dengan hari-hari pada lazimnya. Bahkan, yang menyayat hati ialah ketidaktahuan mereka bahwasanya di pertengahan bulan Agustus terdapat hari dimana seharusnya ia bergembira ria. Pernahkah kita menjelaskan kepada mereka bahwa bangsa Indonesia dulunya terluka dan teraniaya, dan baru merasakan hidup sebagaimana mestinya setelah diproklamirkannya kemerdekaan bangsa, dan harinya tepat terjadi di bulan ini, 17 Agustus 1945? Bagaimana bisa dikatakan hari perayaan besar bangsa bila yang ikut merayakannya hanya separuh dari bangsa. Benar ada tidaknya mereka perayaan ini tetap juga bisa berjalan, tapi bagaimana dengan janji kita pra kemerdekaan? Berjuang bersama-sama, mengarungi segala suka dan duka secara bersama sehingga kalau-kalau nantinya bisa menikmati merdeka bersama-sama pula. Ironisnya, janji ini tidak pernah terlaksana. Generasi tua mereka telah dibohongi oleh kita. Dan hebatnya, berkat didikan ibu pertiwi mereka mampu pasrah sekaligus berdo’a bagi kejayaan negeri. Inilah balasan respon mereka akan ketidakadilan negeri. Mereka rela berpisah dari hangatnya pangkuan ibu pertiwi untuk mencari nafkah di negeri orang dimana tidak selamanya menawarkan rasa aman, nyaman dan senang. Tenaga mereka terkeruk untuk mempertinggi timbunan devisa tanpa menghiraukan tangis luka mereka. Inilah yang sebenarnya mutiara-mutiara negeri, bukan kita. Ini pulalah masalah yang saharusnya dibenahi. Pertanyaan saya sebagai generasi muda di negeri ini, apakah kondisi ekonomi ini sudah sekian parah sehingga tidak mampu lagi menghidupi para jiwa yang menumpang menghirup udara di sini?

Benar memang pemerintah telah berlaku picik dan brutal. Benar memang pemerintah negeri ini memegang rekor dunia sebagai Negara ke-37 dalam kategori Negara dengan tingkat korupsi tertinggi. Satu level di bawah Negara Komunis Rusia. Tapi tidakkah kalian memikirkan bahwasanya masih ada barang satu atau dua bahkan lebih aparat pemerintah yang bersih dan pro rakyat di sana? Kekurangan dukungan dalam melakukan perjuangan dan dobrakan. Kita seringkali melakukan generalisasi dalam hal ini. Kita selalu berasumsi bahwa bila ia Pejabat pastilah doyan buat maksiat. Ketahuilah, bangsa kita ini tidak sekotor yang orang luar anggap. Masih banyak Pejabat baik di jajaran regional ataupun pusat yang takut akan sanksi Tuhan. Pejabat takut Tuhan pastilah tidak akan pernah berani menjadikan praktek korupsi dan bisnis culas untuk memperkaya diri dan keluarganya! Bukankah kita bersama-sama melihat bagaimana konsentrasi pemerintah dalam menekan gerak suatu oknum untuk berkorupsi ria. Penambalan celah-celah pada prosedur perizinan, sistem keuangan dan birokrasi telah banyak dilakukan dan sebagian besar berhasil. Pemerintah sudah mampu garang dengan para pelakunya meskipun di dalam sistem pemerintahan punya posisi penting lagi menakutkan. Satu per satu para koruptor dijebloskan ke penjara. Ini lah yang saya maksud sebagai pertanda baik buat masa depan negeri ini. Pemerintahan yang berani merupakan kunci dalam menekan distorsi kewenangan penguasa yang menyimpang. Melihat hal ini, sudah barang tentu senyum akan mulai tersimpul dari bibir Ibu Pertiwi. Menghiasi cakrawala nusantara untuk segera menyambut Pemerintahan yang bersih. Semoga.

rahim-bunda2

Benar pula bahwasanya hingga detik ini dari perut Ibu Pertiwi belum Nampak tanda-tanda kelahiran bocah pribumi yang memiliki otak menyamai Albert Einsten, Archimedes, Isaac Newton atau setidaknya Bill Gate, si Pemilik Perusahaan Microsoft. Tapi tidakkah kita berpikir untuk perlunya menyukuri nikmat Tuhan yang telah menganugerahi negeri ini dengan barisan putera puteri gagah berani, cinta negara, takut Tuhan, berilmu dan memiliki niat mulia untuk membawa negeri ke gerbang kemakmuran terdepan melalui kemerdekaan? Kapitan Pattimura, R.A Kartini, Ki Hajar Dewantara, Cut Nyak Dien, K.H Ahmad Dahlan, Dr. Ferdinand Lumban Tebing, Pangeran Diponegoro, Tuanku Imam Bonjol, Dr. Wahidin Sudirohusodo, Dr. Muhammad Hatta, Ir. Soekarno dan barisan pejuang pemberani lainnya di berbagai pelosok negeri merupakan bukti bahwa negeri ini tidak kurang hebat dengan bangsa lain. Perjuangan mereka tidak bisa dinilai atau dirangkum dalam satu buku tebal. Ketahuilah, Indonesia tercatat sebagai Negara penghasil orang-orang cerdas. Tidak kurang 1000 bayi cerdas terlahir sebagai warga Negara Indonesia per tahunnya, sama seperti kita. Bila nyatanya seperti ini, masih pantaskah orang menyebut bangsa beserta rakyatnya sebagai Negara yang ter….belakang, terbodoh, terpencil, terisolir, termiskin dan terkekang kebebasannya? Akuilah, jangan malu mengatakan bahwa kita adalah bangsa berbudi dan beradab.

Tidak perlu mengembalikan bangsa ini ke era Majapahit atau Sriwijaya untuk membuktikan bahwa bangsa ini hebat. Kita tidak perlu menunggu, karena kita memang bukanlah bangsa penunggu. Kita mengejar. Masa depan bangsa ini hendaklah kita tatap dengan optimis. Jangan langsung patah arang hanya karena barusan saja dijadikan target terror. Pasca aksi terror yang baru-baru ini memenuhi halaman depan berbagai surat kabar, sudah sepatutnya kita menginstropeksi diri bahwa rasa kebersamaan antar etnis di Indonesia mulai luntur. Era modernisasi dan saudaranya Globalisasi menjadikan kita hanya mementingkan diri sendiri. Tidak jarang kita senegara tapi tidak saling mengenal. Inilah celah yang dimanfaatkan para penebar terror untuk menyusup dan menjalankan aksinya. Siapa yang salah dan patut dituntut, bukan aparat keamanan apalagi Densus 88 tapi kita lah. Lantas siapa yang mampu menghentikan semua ini? Tentu kita lah.

Nasib Indonesia semestinya tidak hanya ada di hati tapi juga di pikiran kita. Pasalnya, bukan hanya eksistensi yang diperlukan tapi juga suatu perubahan signifikan. Jangan pernah berhenti berpikir untuk mencari dan mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki. Ketahuilah, jatah kita untuk hidup di negeri ini amatlah sebentar. Dapatkah kita bisa memanfaatkan keterbatasan waktu ini untuk menciptakan suatu hal yang besar? Sangat rusak pola pikir seseorang yang beranggapan bahwa dengan kelengkapan persenjataan militer yang serba mutakhirlah negeri ini bisa disegani, hanya dengan pondasi perekonomian yang kuatlah masa depan cerah negeri ini bisa diprediksi, hanya dengan menyedot investor asing tanpa pilih-pilih keterpurukan kondisi perekonomian rakyat bisa ditanggulangi. Saya tidaklah berpendapat bahwa semuanya itu kurang perlu, semuanya memang perlu tapi sadarkah kita bahwa ada indikator pokok yang seharusnya memiliki porsi perhatian lebih ketimbang itu semua yakni rasa memiliki negera ini yang disokong dengan persatuan dan kesatuan berbagai etnis yang menghuni tiap jengkal bumi pertiwi. Apalah artinya bila memiliki persenjataan yang memadai, bila kebanyakan pilot pesawat tempur hasil didikan ibu pertiwi memilih menjadi budak di negeri orang? Menggempur negeri sendiri lantaran menjalankan tugas? Apalah arti perekonomian yang kokoh dan stabil saat hantaman datang, bila sikap yang tumbuh di masyarakat hanya sifat konsumtif, hedonis, dan kurang peduli antar sesamanya? Apapula pengaruh membludaknya tawaran investor untuk berinvestasi di negeri ini bila motifnya sama seperti yang sudah-sudah yakni mengeruk kekayaan bumi pertiwi dan mengelantarkannya tatkala keutungan telah diraih. Dengan meninggalkan berbagai ancaman kerusakan lingkungan dan udara di cakrawala nusantara? Inikah yang kita inginkan? Apakah ini wajah Indonesia untuk generasi-generasi berikutnya. Bila benar, pesan saya kepada janin-janin yang masih di alam rahim untuk melakukan demo besar-besaran untuk menolak lahir di negeri ini. Jadilah kalian rakyat di negeri lain sehingga kalian tidak merasakan getir dan sedihnya menanggung beban hidup seperti kami, generasi terdahulumu yang teraniaya dan meminta mati.

Siapa yang bisa memberikan argumen sangkalan tatkala puluhan Negara di dunia menyebut bangsa Indonesia Negara peniru, Negara penghasil barang-barang imitasi serta tujuan ekspor beragam barang-barang bekas (second). Puluhan container berisi barang-barang yang dimaksud kini memenuhi beberapa pelabuhan negeri ini. Bukti ini cukuplah bagi mereka untuk membuat kita tidak berkutik. Tapi, masih ingatkah ketika kita duduk di bangku sekolah dimana sang guru memaparkan bagaimana kronologi bangsa Jepang bisa menjadi Negara maju seperti saat ini? Mereka menghargai gurunya serta haus akan ilmu pengetahuan meskipun untuk meraihnya untuk mengemis dengan Negara lain. Sejarah bangsa Jepang penuh akan aksi meniru akan kemajuan yang dicapai negera maju dunia. Namun, satu hal yang perlu kita luruskan ialah bahwa meniru yang dimaksud disini bukanlah yang 100% sama. Bila di dunia blogging kita menamainya, COPAS (CopyPaste). Tetapi meniru seberapa persen dari keseluruhan, selebihnya di modifikasi sendiri berdasarkan kreatifitas si peniru. Hasilnya, dalam jangka waktu beberapa tahun pasca kekalahannya pada PDII, Jepang menjelma menjadi motor penggerak inovasi-inovasi berbagai sektor Industri seperti Otomotif dan Pengolahan Barang Tambang, semuanya diawali dengan aktivitas meniru. Bagaimana dengan aksi meniru Indonesia? Sama saja, sifatnya positif dan tidaklah memalukan.

animal_00531

Indonesia memang sempat menjadi Macan Asia yang aumannya ditakuti terlebih oleh Negara-negara kawasan Asia Pasifik. Dan benar pula bahwa sekarang ini auman tersebut hanya terdengar layaknya meongan kucing hutan sakit. Tapi apakah kenyataan ini akan memupuskan harapan kita semua untuk bisa mengembalikan kejayaan yang pernah dicapai tersebut? Sang Macan Asia boleh saja kini tua renta dan tak sanggup lagi mengitari hutan rimba, namun bukankah ada anak Macan yang sewaktu-waktu akan tumbuh besar serta sanggup mengembalikan kewibawaan rasnya?. Lahirnya 4,5 juta “Bayi Macan” per tahunnya untuk ditempa menjadi pemimpin menjadi bukti nyata ketidakniscayaan guyonan ini. Mereka akan siap sedia mempertahankan tiap jengkal tanah pertiwi beserta kekayaan di dalamnya tanpa pamrih atau pun instruksi.

keberanian-anak-negeri

Satu hal yang menarik bersamaan dengan tibanya hari sakral (17 Agustus 2009) tentang perjalanan bangsa ini yakni kebangkitan negeri ini. Berbagai blogger banyak yang melayangkan prediksi mereka akan kebangkitan bangsa Indonesia suatu hari. Jejak komentar mereka pun dapat dengan mudah ditemui di berbagai situs pertemanan sosial atau pun forum tertentu. Namun, tidak jarang pula kita menemui komentar-komentar destruktif yang membikin hati panas dan memicu amarah meledak-ledak. Padahal, kita tahu misi utama mereka hanyalah untuk menghentikan laju semangat bangsa ini untuk maju dan bangkit dari tidur panjangnya. Siapa yang tidak takut akan kebangkitan bangsa Indonesia? Untuk itu kita harus lebih antisipatif dalam hal mencerna tiap anggapan-anggapan yang kita temui. Tidak ada lain dari dampak mereka menyebar hinaan dan cercaan tersebut melainkan untuk terus-menerus ingin melihat rakyat bangsa ini di bawah naungan kebijakan Negara lain, sebuah Negara besar yang langkah kakinya pun digerakkan pihak lain. Mereka kurang memahami gerak bangsa ini, kesadaran warga Negara negeri ini kian meningkat hari demi hari. Sikap siap merelakan apa pun yang dipunya untuk memelihara kedaulatan dan kehormatan negeri pun tampak nyata. Contohnya, tatkala kedaulatan negeri dirasa terancam oleh intimidasi pihak luar, tanpa dikomando puluhan ribu rakyat mengacungkan telunjuk sebagai tanda siap mengorbankan apa yang ia punya, apakah itu harta, senjata, tenaga, bahkan nyawa. Bangsa ini terutama rakyatnya harus bersyukur telah dikarunia saudara-saudara senegara yang memiliki rasa seperjuangan dan mau sepenanggungan . Bencana melanda di satu daerah, deritanya ditanggung di seluruh daerah nusantara. Ini adalah kekuatan dan jati diri bangsa yang telah mengakar. Tidak jarang bangsa maju menginginkan kondisi warga negaranya seperti halnya bangsa Indonesia. Ironisnya, kita tidak pernah menyadarinya. Saya yakin, suatu saat nanti akan terlahir dari rahim ibu pertiwi sang leader, sanggup membawa negeri ini mencapai puncak cita-citanya yakni menjadi bagian penting dalam tatanan dunia serta mampu mentransformasikan kemakmuran ke seluruh umat manusia di dunia pada umumnya dan terlebih rakyat Indonesia pada khususnya.

Tiada yang berubah dengan bangsa besar ini selain ketidakpercayaan dari pribadi-pribadi putra putri pertiwi akan agungnya bangsa ini. Tidak pernah terpikir oleh mereka bahwa hal fundamental yang melatarbelakangi kehebatan bangsa yahudi tidak lebih dari kepercayaan mereka akan kelebihan bangsanya sendiri. Mereka percaya akan kehebatan, kecerdasaran, dan “ras unggul” yang mengalir di tiap aliran darahnya, sehingga mendorong mereka untuk terus belajar dan bekerja. Sedangkan kita, pesimisme, kebodohan, putus asa, seakan-akan inilah yang diyakini sehingga menjadikan tiap hal yang kita kerjakan tidaklah menghasilkan sesuatu yang besar. Lihat saja contoh dialog Bapak dan Anak dari negera berbeda, Bangsa Yahudi dan Bangsa Indonesia.

Keluarga dari Indonesia, ayahnya bernama Budiman karena sudah jadi bapak maka dipanggil Pak Budiman. Anaknya bernama Joko. Joko punya ambisi besar. Sayangnya, tidak punya modal besar buat mewujudkannya.

Joko :”Bapak, seandainya Joko sudah besar, Joko akan menaklukan dunia dan mandi di air semua Samudera. Lantas menancapkan sang saka merah Putih tepat di puncak Gunung Himalaya. Bersamaan dengan itu, aku juga akan membangun sistem irigasi modern di tanah tandus seperti benua afrika dan sebagian Asia Tengah biar mereka tidak susah.”

Bapak :”Haha, bagaimana mungkin itu bisa, Ko. Kamu kan tidak bisa berenang, benci sama ular dan alergi sama iklim luar. Buat menancapkan sang saka merah putih di puncak Gunung Himalaya, bukannya kamu takut ketinggian? Dan mending kamu benerin saluran pipa ledeng kita yang tersumbat biar bisa mengalir lagi ketimbang bikin sistem irigasi modern di negeri orang. Bapak pesan sama kamu, jangan terlalu tinggi-tinggi bercita-cita, nggak baik. Kalau pun kamu bisa, kamu akan berjuang sendiri. Bangsa ini belum siap menghargai orang sepertimu. Biarlah orang yang lebih pas biar bisa mewujudkan impian-impianmu. Sekarang pergilah kebelakang rumah, bersihkan pipa tersumbat kemudian tidurlah!.”

Bandingkan dengan semangat yang ditransformasikan bapak dari kalangan Bangsa Yahudi bernama George kepada anaknya, Moses.

George : “Moses, Tuhan kita telah menakdirkan engkau sebagai manusia terpilih di negeri terpilih. Generasimu semuanya terpilih, sebagian dari mereka adalah raja-raja di berbagai penjuru bumi. Mereka pintar, licik, berani dan tangguh. Engkau pun harus begitu, meskipun tanpa kedua kakimu yang belum lama ini teramputasi. Kekuatan kita bukanlah dari otot kaki dan tangan, tapi di kepala kita. Jangan pernah lepaskan doktrin yang melekat di otakmu, akuilah kita bangsa terhormat dari dulu hingga kapanpun. Berjalanlah di atas muka bumi sebagai raja. Bumi adalah taklukanmu dan seluruh saudara Yahudimu adalah penolongmu”

Moses : “Baik, Pa. Semua pesanmu telah masuk dan terkunci di hati dan pikiranku. Beberapa masa lagi akan aku buktikan semuanya kepada Papa dan bangsa ini. Thanks a lot, Pa.”

Lihatlah, betapa bedanya nasehat dari kedua ras ini. Yang satu membenamkan cita-cita, dan satu membangun cita-cita. Keputusasaan seperti ini tersalurkan dengan baik oleh si Bapak dari bangsa Indonesia. Sedangkan kebanggaan yang menaungi bangsa Yahudi tersalurkan dengan baik kepada anaknya. Hasilnya, bila di Indonesia kegembiraan tertinggi sang Bapak ketika melihat anaknya berhasil jadi Tentara atau PNS bergaji seadanya, maka di Israel kegembiraan sang Bapak tatkala anaknya menjadi Ekonom bertaraf dunia, sekretaris PBB, Ilmuwan, Professor, Antariksawan, dan sebagainya. Kondisi ini pula yang dibenahi, bila di Israel mampu mencetak 1000 ilmuwan berbagai disiplin ilmu per tahunnya. Maka Indonesia harus mampu mencetak 100.000 Ilmuwan berbagai disiplin ilmu juga per tahunnya. Kita pasti bias!

Bulan Agustus, bulan yang hendaknya dimanfaatkan setiap warga Negara untuk memulihkan semangat untuk maju telah tiba. Tidak kurang hanya beberapa hari lagi. Meskipun berbagai prahara telah menimpa negeri ini pada 7 bulan sebelumnya, masih tersisa 4 bulan selanjutnya. Isilah 4 bulan ini dengan hal-hal berguna berbarengan dengan itu kita pun memanfaatkannya untuk mengoreksi dan membenahi rencana yang tertunda. Indonesia boleh saja menjadi sasaran utama Teroris, namun lari dan bersembunyi di negeri orang tentulah tindakan salah dan tercela. Indonesia masih aman, jauh lebih mampu memberikan rasa aman ketimbang negeri orang. Kita sudah cukup dewasa memandangi 7 bulan sebelumnya yang penuh gemuruh musibah dan konflik di berbagai penjuru negeri. Di bulan Agustus inilah hendaknya kita semuanya tanpa terkecuali menyudahinya, semua ini hanya akan menghasilakan kita sebagai pihak merugi. Untuk berubah kita perlu tekad kuat bersama. Bagaimana mungkin mobil akan melaju kencang bila di keempat rodanya puluhan lobang menganga?

Panjat Pinang

Jujur, saya sendiri begitu tidak sabar melihat senyum rakyat negeri ini, di bulan ini. Betapa kuatnya ambisi mereka untuk mampu menaklukkan tingginya pohon pinang, betapa besarnya semangat mereka untuk tetap melangkahkan kakinya meskipun di kedua kakinya terkekang karung lomba, betapa kuatnya keyakinan mereka untuk sampai ke tujuan hanya sebagai pemenang. Adakah Anda merasakan hal yang serupa? Bila belum, ada yang salah pada diri Anda. Koreksilah secepatnya!, sebelum datangnya bulan Agustus berikutnya.

Nasib Pertiwi boleh jadi di antara Merah dan Putih, bukan Hitam dan Putih. Tapi itu bukanlah pertanda kerancuan tapi lebih tepatnya keragaman. Banyak kalangan menafsirkan bagaimana wajah ibu beberapa tahun ke depan di tengah hajaran arus globalisasi yang kian deras, tapi percayalah saudaraku. Ibu pertiwi lebih tahu akan nasibnya, ia lebih berhak menentukan mau jadi apa wajahnya. Namun yang pasti hanya yang terbaiklah nanti dipilihnya, demi kita semua.

Forum, Sumber Informasi Tak Terbatas!

Informasi  Tagged 22 Comments »

Selama ini mungkin kita hanya beranggapan bahwa Informasi di Internet hanya dapat ditemukan lewat bantuan Search Engine. Google Search, Bing Search, Yahoo Search, Ask Search mungkin sangat akrab di telinga Anda, bahkan bagian yang tak terpisahkan dalam dunia digital/online anda. Memang diakui, akan terasa begitu mudah menemukan informasi-informasi yang kita perlukan lewat pemanfaatan layanan pencarian yang ditawarkan oleh Search Engine. Namun, satu hal yang perlu anda ketahui mulai sekarang bahwasanya jalan untuk menuju Roma tidak hanya satu jalan, begitu banyak jalan-jalan yang bisa dilalui untuk sampai ke Kota Roma. Begitupun dengan pencarian informasi di Internet, beragam cara tersedia. Lewat bergabung dengan beragam situs Komunitas atau Bulletin Board atau juga yang disebut FORUM. Lantas seberapa banyak informasi yang didapat bila sudah bergabung dalam sebuah Forum? Forum bagaimakah yang layak untuk diikuti? Seberapa cepat informasi yang bisa saya dapatkan lewat layanan ini? Adakah biaya registrasi untuk bergabung? Ei ti ci.

Biaya registrasinya 100.000.0000 per Account. Upps, tidak semahal itu dan tidak perlu mengeluarkan uang sebanyak itu hanya untuk menjadi member sebuah forum. Tidak ada biaya sepeserpun untuk bergabung dalam sebuah forum. Anda hanya diminta untuk mengisi form registrasi, setelah melakukan verifikasi keanggotaan (biasanya notifikasi via Email yang didaftarkan) anda dapat memanfaatkan segala informasi di dalam forum secara penuh. Disamping anda berwenang untuk bertanya anda pun dapat melayangkan komentar pada tiap-tiap informasi yang tersajikan. Informasi dalam forum biasaya lebih dari satu topik, hal inilah yang menjadikan forum sebagai sumber penting memperoleh informasi disamping menggunakan gaya lama “Lewat Google”. Mengenai jenis forum yang layak diikuti, itu tergantung dari keperluan anda terhadap informasi. Namun, ada baiknya forum yang anda ikuti memiliki total member yang banyak (semakin banyak member, makin banyak pula informasi yang tersebar), keamanan forum, kelengkapan topic, fasilitas yang diberikan untuk member serta kontak Admin/Moderator guna memperoleh penjelasan lebih jauh tentang forum bersangkutan. Sebenarnya, masih banyak poin-poin yang perlu anda pertimbangkan sebelum memutuskan bergabung dalam suatu forum. Namun, dengan bermodal beberapa hal yang saya sebutkan tadi sudahlah cukup untuk memperoleh forum yang layak dan sarat informasi.

Buat anda yang agak malas menelusuri keberadaan forum yang bagus dan kaya akan informasi, di bawah ini tersedia beberapa forum yang saya rekomendasikan untuk anda ikuti. Silahkan bergabung.

Forum.detik.com

detikforum

Indoforum.org

indoforumorg

Forumbebas.com

forumbebas

Forum.KafeGaul.com

kafegaul

Saatnya memperoleh informasi tak terbatas! Jutaan orang dari Berbagai Daerah Nusantara siap berbagi Informasi dengan Anda.

Penulisan artikel ini sebatas Informasi, tidak ada unsur Promosi!

UBCD4WIN, Solusi Praktis Repair Windows

Sharing Software  Tagged 1 Comment »

Troubleshooting Windows terkadang menjadi jauh lebih memusingkan bila penyebab utama masalah tersebut adalah Hard Disk. Masalah seperti ini biasanya penangannya jauh lebih sulit dibandingkan memperbaiki masalah PC saat Windows masih terinstall di Hard Disk. Jika ini pernah Anda alami, maka UBCD4WIN adalah solusi tepat untuk men-solving masalah tadi.

UBCD4WIN sendiri bukanlah sebuah program tunggal untuk merepair masalah PC. Terdapat beragam aplikasi multifungsi yang amat ampuh dipakai untuk menyelesaikan masalah seputar PC yang “Sakit” dengan format ISO. Artinya, Anda harum merekamkan file ISO ke CD sebelum bisa menggunakannya.

Berkat tekonologi Bart’s PE, UBCD4WIN bisa menggantikan sementara system operasi Windows di Hard Disk tanpa harus menginstallnya (Live CD). Penggunaanya pun nyaris semudah Windows, bahkan hampir sama 100%. Selain itu pengembang program turut menyertakan ratusan tool yang dikelompokkan dalam 13 jenis kegunaan yakni : Antivirus, Aplikasi, CD Burning, Disk Tool, File Management, Linux Tools, Malware Tools, Network Tools, Password Tools, Registry Tools, Shell Features, AyatemInformation Tools, dan Other Fixes. Semuanya bisa diakses lewat menu khusus yang mirip startup di Windows. Tool yang ada di UBCD4WIN ini berlisensi gratis termasuk Antivirus dan Malware tools. Hanya saja, untuk kedua layanan ini perlu dilakukan update via Internet untuk menyempurnakan komponen dalam mengenali ancaman terbaru yang ada. Bila sudah begini mudahnya, masih membiarkan kerusakan Windows anda terselesaikan di tangan Teknisi?

Download

Ubah Theme Default Google Chrome

Sharing Software  Tagged , No Comments »

google_chrome_wallpaper5

Tiap browser biasanya memiliki fitur customized tampilan. Tak terkecuali Browser besutan Google, Chrome. Sayangnya,  banyak para pengguna yang tidak memiliki pengetahuan bagaimana melakukan perubahan themes pada Chrome sehingga bisa di utak-atik tampilannya semudah Firefox ataupun Opera. Nah,tutorial kali ini kurang lebih membahas cara lain untuk customized tampilan GoogleChrome. Sebagai ilustrasi tutorial, saya akan memakai theme “Dark Seagreen Google Chrome Theme” guna mempermak tampilan default yang ada. Cara menggantinya :

  1. Download Dark Seagreen Google Chrome Theme dari http://www.chromefans/org/chrome-themes/download-dark-seagreen-google-theme.htm
  2. Ekstrak file kompresan Zip hasil download barusan ke folder lokal. Setiap file zip terdiri dari 2 file : Google Chrome Theme file yang diberi nama “default.dll” dan help document yang dinamai “readme.htm”.
  3. Tutup Google Chrome, jika anda sedang membukanya.
  4. Masuk ke path berikut via Windows Explorer : C:\Users\[your user name]\AppData\Local\Google\Chrome\Application\[current version]\Themes\default.dll untuk Windows Vista atau C:\Documents and Settings\[your user name]\Local Settings\Application Data\Google\Chrome\[current version]\Themes\default.dll untuk Windows XP.
  5. Buat backup file default.dll lalu timpa file asli dari default.dll.
  6. Finishing, jalankan Google Chrome dan lihat tampilan barunya.

2009-08-30_0022401

Koleksi Theme yang tersedia di situs Chromefans.org sangat terbatas bahkan bisa dikatakan kurang lengkap. Untuk mengatasinya, Anda bisa menjajal peranti lunak ” Chromium Theme Creator” untuk membuat sendiri tampilan Theme browser Google Chrome yang sesuai selera Anda.

2009-08-30_003642

Download Peranti : Chromium Theme Creator

Nusantara Online, Game Online Lokal

Gaming  Tagged 2 Comments »

logo1

Pernahkah terpikir oleh anda berkunjung ke seluruh lokasi sejarah yang tersebar di seluruh tanah nusantara? Dulu, tentu saja tidak. Alasannya, terdapat banyak sekali tempat bila mau dikunjungi semua. Tidak dengan yang terjadi sekarang ini. Hanya dengan memainkan game baru buatan hasil anak negeri sendiri, kita akan dapat berpetualang dari satu pelosok ke pelosok negeri. Namanya Nusantara Online. Sesuai namanya, game online local ini mengambil setting permainan cerita seputar perjalanan bangsa Indonesia di masa silam dimana tiap daerah memiliki kerajaan masing-masing. Nusantara online bergenre MMORPG (Massive Multiplayer Online Role Playing Game) yang baru akan bisa dimainakan secara terbuka di penghujung tahun 2009.

Kelebihan game Nusantara Online terletak pada cara penggambaran karakter-karakter, bentuk bangunan, sampai peta dalam yang ditampilkan untuk memudahkan pemain sama persis dengan bentuk aslinya. Selain sejarah, ada tokoh mitologi, hikayat, dan legenda rakyat Nusantara. Kecintaan akan negeri kian terasa saat awal kali game ini dimainkan yakni diawali dengan video tentang kekayaan alam Indonesia yang menjadi incaran bangsa-bangsa lain. Dari pengembang game Nusantara Online diketahui bahwa ada beberapa alur game yang sedikit dikemas dan direvisi sehingga tidak jarang kita akan menemukan suatu kejanggalan kebenaran cerita pada game ini seperti adanya Marcopolo, yang jelas-jelas tidak sezaman dengan karakter yang ada di game Nusantara Online. “Kami memang tidak perdulikan konteks sejarahnya, tapi game-nya” jelas Heru Nugroho (Managing Director Nusantara Online) saat mengumumkan selesainya pengembangan Nusantara Online di Jakarta (25/6). Jadi, bila anda seorang gamer sejati, tidak ada salahnya lebih memilih memainkan game ini ketimbang game-game buatan bangsa luar sehingga perkembangan game online di Negara kita kian berkembang dan punya tempat di hati para gamernya. Kita tunggu saja kabar selanjutnya.

Alternatif Nero Burn dan Ashampoo Burner!

Sharing Software  Tagged No Comments »

Telinga anda mungkin sangat akrab dengan aplikasi pembakar keeping cd/dvd seperti Nero, Record Now ataupun Ashampoo Burning. Persamaan ketiga aplikasi burner di atas ialah sama-sama program shareware alias berbayar. Buat para pelanggan “burning” tidak ada salahnya mencoba aplikasi burner gratisan yang saya bahas kali ini. Namanya FinalBurner, fungsinya tidak lain digunakan sebagai pembakar data CD/DVD, membuat audio CD, Video DVD serta ripping Audio CD. Tampilan interfacenya cukup informatif buat para pemula, lebih dari itu informasi total data yang ada dengan kapasitas maksimal dari masing-masing format tertera dengan jelas. Perlu diketahui, beberapa format audio yang didukung aplikasi ini ialah WAV, MP3, OGG, MID, AAC, MP4, MP4a. Format file-file ini nantinya akan di en-code terlebih dahulu yang kamudian langsung dibakar ke keping CD/DVD. Selamat mencoba!

Untuk check/download silahkan klik di sini!

2009-08-29_013937

Mobile Video Converter Shareware, 4VideoSoft

Sharing Software  Tagged No Comments »

Kabar baik buat para pengoleksi berbagai format file audio atau video. Saat ini, telah hadir  program shareware besutan 4videosoft, dengannya kita dapat dengan mudah mengkonversi dari dan ke berbagai format file audio atau video. Shareware yang akan saya informasikan ini merupakan converter yang diperuntukkan buat mobile player, meskipun bisa juga dipakai untuk keperluan PC. Aplikasi mungil ini mampu mengubah banyak format video dan audio ke format 3GP, 3G2, MP4, AVI, WMV, MP3, MP2, WAV, WMA serta banyak pemutar media portable seperti Zune, iPhone dan Palm Pre. Beragam fitur yang hampir menyamai program berbayar lainnya bisa anda nikmati dalam aplikasi ini seperti pengaturan effect, system preview, video cropper dan masih banyak lagi yang lainnya. Ingin segera mencoba kemampuannya? Silahkan check/download aplikasinya di sini.

Posting Instant Dengan W.Blogger

Sharing Software  Tagged 12 Comments »

Kian hari aktivitas blogging kian mudah. Bila sebelumnya pernah ada aplikasi ngeblog offline Blogger for Word kini hadir pula Wblogger. Prinsip kerjanya tidak jauh berbeda. Hanya saja Wblogger diklaim jauh lebih komplit untuk urusan blogging instant secara offline. Buat para blogger yang punya impian untuk berblogging secara offline tidak salahnya menjadikan portable freeware berukuran ringan ini sebagai teman.

Langsung download saja : Portable Wblogger

wb4-shot21


WordPress Theme & Icons by N.Design Studio.
Entries RSS Comments RSS Log in